Thursday, May 16, 2013

memasak

jelang siang, waktu makan siang, baru aja selesai ngerjaiin bikin sambal dari paprika merah, memakai oven untuk jenis makanan yg seperti yg aku makan di rumah sakit pada waktu aku dirawat tahun lalu. Sederhana sekali makanan tersebut tetapi dari nilai gizi, penampilan dan rasa, anak-anak suka sekali, apa yaa nama makanan tersebut. seperti jenis makaroni skotel tetapi tanpa pasta. bahan-bahannya dicampur semua tanpa menggunakan minyak goreng yakni  bayam jepang yg diseduh air panas, butternut yg dikupas dan diparut, Krim susu, telur, keju, dan daging giling. seperti biasa aku menambahkan bawang goreng, mustard, merica dan garam. Mudah kan?

yah begitu, aku kalau memasak suka engga matching dengan sesama lauk, karena harus ngabisin bahan-bahan (stock) yang ada. takut keju nya jamuran lha, udah terbeli bayam jepang yg mudah busuk etc etc. trus yg aku bikin pada waktu malam hari sambil nunggu suami pulang dari kantor adalah..... sate Padang.... hahaha bener2 engga nyambung antara sayuran skotel dan sate Padang serta kemarin bikin sambal goreng lidah yg bikinnya kebanyakan jadi masih sisa banyak.
karena males bikin lontong, jadi yah cuma sate Padang dan bumbunya sajah plus bawang goreng. ada lontong sisa bbrp waktu lalu tapi cuma ada 2 lonjor.

Sebenernya cape masak kalo beraneka macam masakan, seperti kalau kantor minta disiapkan masakan, mungkin keliatannya engga terlalu ribet, tetapi pada kenyataannya proses pembuatan makanan tersebut terkadang dipersiapkan bbrp minggu sebelumnya. seperti pada saat kegiatan festival gastronomi pada tanggal 28 februari lalu. Berbelanja kebutuhan memasak yg sudah ditentukan kepala perwakilan dilakukan secara bertahap. pada hari minggu, aku lupa tepatnya, 2 minggu sblm hari H nya, kami berbelanja bahan-bahan kering yg masih bisa disimpan dalam waktu lumayan lama bersama dengan arahan ibu kepala perwakilan  di berbagai pusat perbelanjaan. pertama di Makro, lanjut lagi ke home center, itupun menghabiskan waktu dari jam makan siang sampai dengan jam makan malam. Minggu berikutnya kembali pergi berbelanja bersama, walau pun kemudian kami berpisah karena kami melanjutkan berbelanja ke Paloquemao pusat perbelanjaan khusus makanan seperti PD pasar jaya di Jakarta.
Jadi proses pembuatan makanan tuh tidak sederhana yg kita tahu. Belum lagi menghitung kebutuhan berapa banyak yg harus  dibeli, dengan patokan tentunya harus mengetahui jumlah orang yg akan makan hidangan tersebut.. Tentunya pembelian bahan-bahan makanan untuk bazar atau festival makanan tidak bisa disamakan dengan jamuan makan untuk tamu atau kebutuhan rumah tangga pada umumnya. Resiko yang ditanggung adalah kekurangan atau terlalu banyak membeli bahan makanan yg akan dimasak tersebut.
Dalam hal membuat kue atau makanan ringan adalah dua kali lebih membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak sebentar. Misalnya membuat 50 buah martabak, sekurangnya membutuhkan waktu 4 jam. Memulai di waktu dini hari sekitar jam 2 - 3 adalah hal biasa bagi ibu2 agar kue yang dipesan sudah siap di kantor pada pagi hari nya. Bisa dibayangkan apabila ada pemesanan kue-kue sebanyak 50 buah masing-masing untuk 3 atau 4 jenis kue dengan pemberitahuan yang sangat sempit bagi kami untuk mempersiapkannya. Tenaga yang terkuras tersebut tidak sepadan apabila tanpa adanya imbalan secukupnya.....*think - this is a homework for a person who makes decisión about how to respect other people´s job*
Dalam hal biaya, karena sekarang terhitung sejal Maret 2013 pembelian bahan makanan harus menggunakan bon pembelian, maka kami tidak terlalu berkutat berapa yg harus disediakan untuk pembelian bahan makanan tersebut sebelum di olah menjadi masakan. Sebagai ibu rumah tangga umumnya tentu kami mempertimbangkan segala biaya yg dikeluarkan dengan maksud penghematan dan kemungkinan ada sisa uang yang dapat digunakan untuk keperluan lain.
Belum lagi apabila berbelanja sudah memasuki jam makan, bisa itu makan siang ataupun saatnya makan malam. Saya paling tidak tahan menahan lapar apabila sudah tibanya perut minta diisi. Alhamdulillah suami mendukung untuk selalu makan tepat waktunya terlebih kalau berbelanja bersama dengan orang lain yang notabene orang tersebut membantu pelaksanaan kegiatan tugas kita tersebut semisal supir, rekan sejawat, teman dan keluarga. Jangan lupa kamu  yang bayar ya mah.... demikian pesan suami saya jika saya bepergian dengan orang lain aka orang kantor.
Nah sebelum ini uang yangkami perolah dengan menggunakan harga satuan menurut kami adalah hal yang wajar karena didalamnya ada komponen-komponen yg harus dikeluarkan layaknya sebuah organisasi. Adanya kegiatan2 ibu-ibu yang memerlukan biaya, adanya tip untuk orang-orang yang membantu kami dalam proses pembuatan makanan tersebut. Mudah-mudahan kami tidak lupa untuk membagi sedikit kepada  sesama dalam hal pendapatan yg kami perolah dibidang masak-memasak ini.

Hal lain mengenai memasak tentunya tidak bisa saya tidak ceritakan teman ´seperjuangan¨´ saya didalam memenuhi permintaan kantor, beliau adalah ibu Ani Heru yang sudah berkecimpung di dunia masak-memasak selama lebih dari 18 tahun. dengan latar belakang seorang perawat dan pekerja kantoran juga aktif berorganisasi seperti HKTI, iwapi dll, Ibu ini sangat piawai memasak apa saja, dari mulai makanan khas indonesia, internasional bahkan masakan kolombia yang beliau pelajari di sebuah hotel ternama selama 2 tahun dan belajar privat langsung dari seorang kolombia asli. Seorang yg sederhana, jujur dan pandai membawakan diri. Boleh dikata saya sangat beruntung dapat berjumpa dan bersama-sama beliau didalam organisasi Dharma Wanita Persatuan KBRI Bogota. Dari beliau lah saya belajar banyak bagaimana memilih bahan makanan yg terkadang berbeda dengan yang di Indonesia, bagaimana menghitung banyaknya pembelian dan masih banyak lagi yg saya pelajari dari beliau selain tips memasak dalam jumlah banyak tetapi tidak mudah rusak makanan tersebut. Belum pernah saya jumpai orang yang sangat mencintai keluarga dan berdedikasi penuh kepada kantor tempat suaminya bekerja ini. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan beliau kesehatan dan kesabaran dalam kehidupan dunia ini. Aamiin... *tidak boleh rasis dan sara ya maunya sih nyebutin oknum2 tertentu, hahaha*

Friday, May 10, 2013

exotropia alternante y myopia alta

kemarin adalah hari libur nasional di inodnesia, sudah tentu KBRI ikutan libur berkenaan dengan libur nasional di Indonesia tersebut. Suami yang tidak pergi ke kantor menghabiskan waktunya membereskan koleksi buku-buku nya. sedangkan aku melakukan pekerjaan rutinku sebagai ibu rumah tangga. sore hari bertepatan jam kepulangan anak bungsu kami dari sekolah, saya dan suami pergi ke Gimnasio moderno untuk membawa dia dan kakak nya hanaan memenuhi janji temu dengan seorang orthoptic di jalan 73 - 10. Hanaan, yg ada di embassy, ku telpon supaya lekas menghampiri kami yg telah ada di halaman sekolah bersama hafiz. kami berempat berjalan kaki menuju tempat praktek dokter gloria jimenez yg hanya berjarak tidak lebih dari 200 meter dari gerbang sekolah si bungsu. digedung tersebut seorang penjaga memberikan sehelai kertas kecil yg menunjukkan ruang yg kami akan masuki dan jam kedatangan kami. secarik kertas kecil tersebut diharuskan pula dikembalikan ke penjaga tersebut stlh kami selesai mengutarakan maksud kami di ruang praktek dokter tersebut. hmmm peraturan yg aneh yg belum aku jumpai di gedung lain tentunya demi keamanan dan kenyamanan bersama. diruang tunggu prakter dokter aku bertemu dengan anak perempuan turunan indigena yg berkacamata tebal dengan ayah dan ibunya, juga ada Nicholas bocah lelaki berkacamata tebal yg didampingi ayah nya. berbekal surat keterangan dari dra maria Fernanda yg berpraktek di klinik clínica del country, kami menemui dokter yg berdasar ijazah yg diletakkan didinding ruang telah berpraktek sejak tahun 1967. Beliau berbahasa Inggris dengan jelas dan bagus, tidak heran karena beliau lulusan sekolah di Amerika. Jangan tanya usia beliau, karena dengan hitung2an tahun yg tertera di dinding tersebut bisa jadi ibu tersebut telah berusia lebih dari 65 tahun. dengan fisik yang masih terhitung prima dan tentunya dia teliti memeriksa satu demi satu mata hafiz. tehnik memeriksa mata tersebut beberapa belum pernah saya alami. maklum mengingat aku pernah memakai kacamata selama 30 tahun tidak lah asing melihat segala macam pemeriksaan mata tersebut. harus ku akui mengingat aneka pemeriksaan mata yg aku alami di dokter Joffie di Windhoek tidak ada alat istimewa nan modern dalam ruangan pemeriksaan kali ini. Karena hafiz diharuskan memakai kacamata minus dan silinder, dokter mau melihat dulu sebelum dia memakai kacamata yg dimaksud. aku liat dia, hafiz, agak ragu sewaktu pemeriksaan pengenalan warna yg pada waktu pemeriksaan dengan dokter margarita dia bilang bahwa hafiz mengalami buta warna parsial. serasa dunia gonjang ganjing perasaan aku setelah tau hal tersebut ditambah dengan diagnosa adanya exotropia alternante dan myopia parah u hanaan dan exotropia médium u hafiz. dokter gloria bilang hal tersebut adalah umum terjadi dibanyak negara terutama dengan banyak pemakaian komputer n game. jadi apabila dibiarkan hal tersebut, maka anak2 kami akan jereng alias otot mata lemah sehingga salah satu mata tidak dapat fokus ke titik yg sama. wahhh sebenarnya boleh dibilang, khalif telah melewati hal tersebut dengan matanya sehingga tidak aneh melihat dia agak jereng apabila dibuka kacamatanya.karena dia tidak pernah komplain alias mengeluh apa yg dia hadapi dengan kacamatanya, jadi yaa tidak merasa hal yang aneh untuk mata dia. untuk hanaan dia mengalami lelah mata apabila sore hari dia mendapati kedua mata nya merah, dan dokter maria Fernanda menambahkan bahwa hanaan mengalami pusing kepala akibat memaksakan matanya untuk melakukan aktifitas2 kegiatan di sekolah. pemeriksaaan akan berlangsung 20 kali kunjungan yang karena tiada waktu yg tepat untuk melatih otot mata yg berkelanjutan, dokter berkesimpulan terapi akan dilakukan selama waktu liburan sekolah Juni nanti yg akan dilakukan pagi dan sore, what? well, should do whatever she ever said...she said that to make build muscle someone needs time to do in a gym so did the eyes muscle need. paling tidak kami harus menyiapkan dana utk terapi tersebut yg berbiaya 80 ribu pesos per kunjungan per anak.... hitung sendiri deh berapa yg harus kami siapkan utk biaya terapi tersebut. kebetulan pada sore hari itu dokter maria Fernanda datang ke tempat dokter gloria bersama anaknya yg juga harus mnajalani terapi mata entah dengan diagnosa apa. kami bertegur sapa. syukur alhamdulillah sekali lagi aku bisa menemui dokter yg berbahasa inggris karena aku engga bisa berbhs spanish. untuk urusan ke dokter mata aku tidak ditemani bu ani heru sebagai translator, hanaan dan hafiz sudah pandai berdialog dg dokter dalam bahasa spanyol. alhamdulillah kami menutup hari dengan mengantarkan hafiz ke kumon, yg syukur nya hafiz telah memberi tahu sebelumnya bahwa kami akan terlambat datang karena dia harus menemui dokter matanya. dísela menunggu waktu aku dan suami berjalan-jalan di Atlantis plaza sebuah mal kecil di seberang gedung kumon. malam telah menjelang dan hafiz meminta mampir ke yogurtberry yg katanya mempunyai cabang di indonesia. wah hari yg lumayan sibuk sehingga membuat aku tidak lama terlelap setibanya di rumah.

a new life a new beginning

alhamdulillahhirabblil´alamiin.... aku masih diperkenankan membuka blog ini secara aku sudah tidak ingat lagi kata kunci dari blog aku ini, wow its been more than 2 years? akhirnya aku mereset blog ini dengan mengganti kata kunci yang baru, syukur email ku selalu aktif jadi tidak masalah mengganti kata kunci ini dg bantuan alamat email ku. banyak hal yang aku alami, baik itu manis dan pahit, kebanyakan masalh yg telah berlalu dalam hidup ku terasa manis semua, hahaha karena semua itu sudah dilewati... sekarang aku tingga di bogota ibu kota kolombia yang terletak di benua Amerika Selatan, terhitung mulai 21 Okrober 2011 kami tiba di Bogota ini. hal yang terbaru yang aku alami adalah telah di proses nya penjualan rumah ibuku, telah banyak menyita perhatian, tenaga,finansial dan waktu. Terutama bagi kakakku mba Anna Noviana yg berdomisili di Balikpapan, telah dihabiskan nya waktu lebih dari sebulan untuk mengurus segala tetek bengek penjualan rumah kami yg nota bene adalah rumah atas hak ahli waris yg berjumlah 7 orang ini termasuk ibunda kami Hj Siti Rosidar. Surat Kuasa yg bermeterai dan bertanda tangan aku telah aku kirim kembali ke alamat kakakku mba Lita yang tinggal di komplek yang sama dengan rumah orang tua kami tersebut.tidak menyangka biaya pengiriman secara ekspress dengan menggunakan DHL memakan biaya yang tidak sedikit menurut aku, dan adik ku satu-satunya bilang bahwa biaya2 tersebut dimasukkan dalam biaya operasional termasuk biaya pengiriman dari jakarta ke bogota yang menghabiskan uang sampai 1 juta rupiah, wow fantastis tetap saja surat tersebut membutuhkan waktu 10 hari untuk tiba di tempat yg dituju. Semula aku dengan jengkel dan tidak habis pikir mengapa untuk membuat surat kuasa untuk penjualan rumah tersebut membutuhkan kesaksian seorang pimpinan kedutaan besar indonesia? aku nolak mentah-mentah hal tersebut karena aku tidak mau melibatkan kantor tempat suamiku bekerja. ku katakan pada adikku melalui bbm bahwa anggap saja aku tenaga kerja indonesia yg tidak bernaung di bawah satu institusi apapun, jangan melibatkan suami ku apalagi tempat dia bekerja.sampai-sampai aku perlu bertanya kepada adik kelas yg seorang berpengetahuan hukum. saya rasa pada saat itu tensi darahku melambung naik, krn aku mengerti sekali pimpinan kantor ini tidak mentolerir hal-hal yg berhubungan dengan kepentingan pribadi. barangkali juga aku belum lama berselisih paham ttg sesuatu dg mereka itu. jadi sudah frontal duluan perasaan ini apabila berhubungan dengan yg namanya KBRI. akhirnya aku baru tahu belakangan (kalo tau dari awal disebut pendaftaran gitu kata teman ku Hadhi,LOL) bahwa status rumah kami itu HGB ha guna bangunan sehingga perlu dibuatkan sertifikat terlebih dahulu yang mana membutuhkan tanda tangan tanda persetujuan ahli waris. oh la la repot nyam tidak semudah menjual pakaian atau tanaman yaa. hari ini hari Jumat, 10 Mei, penantian panjang demikian kata kakakku mba Anna dalam status nya di dinding sosial media, semoga berakhir manis..... aku sendiri tidak terlalu memusingkan hasil dari penjualan rumah tersebut walau sempat pula berangan-angan, dulu ingin hak rumah tersebut peruntukkannya untuk adik terkecil kami yg pada saat itu belum punya rumah tinggal, lalu berkembang angan-angan ini ahhh untuk vera saja (anak sulung ku) dan angan terbaru ku berkata bahwa aku ingin sekali berkurban daging sapi atas nama ayah dan ibu ku, aku dan suamiku, serta anak-anak kami yang berjumlah 6 anak, sehingga jumlah total 10 orang, huuuuu untuk sapi hanya tersedia 7 orang, ahhh aku belum harus memilih nama-nama anakku, biarlah apabila tiba waktunya, aku akan putuskan hendak bagaimana dg hasil penjualan rumah orang tua kami tersebut.

Sunday, March 28, 2010

berserah diri dalam kesulitan

oh ternyata indah rupanya
dalam kehimpitan dalam kesulitan
dalam kerendahan dalam kekurangan
dalam gelap dalam kemeranaan

karena aku mengingat
karena aku mengadu dan menyebut
karena aku bersimpuh
karena aku memohon
hanya pada Allah Subhanawataala

aku merasa dekat aku merasa nyaman
aku merasa tentram aku merasa aman
Subhanallah walhamdulillah wallahuakbar
Rumah Ibuku

Kami dibesarkan dalam kehangatan dan kebersamaan
walau dua kakak laki2 ku mengadu ilmu di luar kota sana
rumah yang menyisakan kenangan tak terlupakan
kelak kah kami mengulang kenangan bersama

rumah yang sederhana dengan kebutuhan ruangan yg cukup
rumah yang konon berarsitekkan orang Kudus asli bernama Rukan
rumah yang akhirnya pernah terendam banjir di tahun 2002 dan 2007
barangkali cuma saya yang terlama tinggal disana disamping Ibuku

kembali ke rumah Ibu karena terpaksa?
karena aku tak berumah bersama ayah anakku, aku tak mau dimadu
karena rumah itu yang ku butuhkan beserta ayah dan ibuku
karena mereka lah yang bersedia menampung kami berdua

rumah tersebut saksi bisu perjalanan masa kecilku
sedari SMP kelas satu hingga punya anak satu
oh rumah Ibu seandainya dia dapat bicara kelu
tentunya banyak pena dituliskan penuh sebuku

Lihat lah rumah Ibu kini
dalam kesendirian seperti halnya Ibu yg menanti
datangnya akhir hayat meniti

Monday, December 28, 2009

Tukang Sayur Keliling


Seperti halnya kebanyakan profesi di ibu Kota Jakarta, banyak orang kebanyakan bersaudara satu sama lain yang berprofesi sama. Tendensi ini banyak terlihat diberbagai profesi, misalnya tukang pemungut kardus biasanya bersaudara dan mempunyai area tertentu dengan pembagian jam kerja diantara mereka. Bisa juga pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan turun menurun kepada anak dan cucu atau keponakan. Salah satu pekerjaan dalam satu keluarga atau paling tidak berasal dari kampung sama yakni pekerjaan Tukang Sayur Keliling.

Ada beberapa tukang sayur yg berkeliling dalam perumahan kami, semakin modern saat ini mereka menggunakan mobil bak terbuka dengan modifikasi sesuai kebutuhan, walaupun jumlah yg menggunakan mobil belum terlalu banyak dibandingkan yg bergaya konvensional.

Salah satu tukang sayur keliling langganan saya di gang rumah saya bernama pak Sutarjo berusia 50 tahun atau panggilan akrab dan memudahkan kami ibu2 yang berbelanja atau nama ngetop nya adalah Keriting, entah karena gampang diingat atau karena langsung mengenali rambutnya yang keriting. Sang bapak beranak dua ini sudah berjualan sayur keliling sejak tahun 1985. Tentunya yg djiual tidak melulu sayuran belaka, yg dibawanya dengan gerobak yg berasal dari sebuah becak yg dimodifikasi sehingga cukup untuk menampung dan memudahkan membawa barang jualan kebutuhan dapur rumah tangga. Jenis barang jualan nya termasuk lengkap mulai dari berbagai jenis sayuran, aneka bumbu dapur segar ataupun siap saji, bumbu masak dan juga berbagai mie kering instant, aneka ikan segar dan sedikit ikan asin, termasuk beberapa ayam utuh segar terdapat didalam gerobaknya.

Jujur buat saya, seorang ibu rumah tangga biasa, tukang sayur keliling ini sangat membantu saya selain sering diberi saran untuk masak apa hari itu selain tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi tidak perlu pergi ke pasar. Walaupun terkadang kesal juga tidak menemui bahan masakan yg dicari padahal bahan2 lain sudah siap dimasak tetapi karena kekurangan semisal daun pisang untuk membuat pepes, menjadi halangan buat saya karena tidak dibawakan daun pisang oleh pak tukang sayur keliling. Karena bahan masakan sudah ada didepan rumah, tentu saja pak tukang sayur merasa sah2 saja menaikkan harga barang jualannya. Walaupun terkadang sesekali saya merasa perlu menawar harga yg diberikan tersebut, karena merasa harga tersebut kadang terlalu tinggi dibanding harga pasaran.

Selain dapat memesan bahan masakan tertentu yang tidak sehari-hari dibawa didalam gerobaknya seperti santan kelapa segar dan daging sapi, Keriting juga dapat diandalkan melalui jalur telekomunikasi yg saat ini sedang booming hingga ke akar rumput, sehingga tak heran pak keriting sedang asyik mengobrol menerima pesanan melalui telepon genggam ataupun membaca berita singkat. Cuma ya itu, dia ga bisa bales sms ibu2, Cuma bisa baca, dan terkadang menimbulkan kesulitan saat dia tidak bisa memenuhi salah satu jenis pesanan, sedangkan dia tidak memberitahu kami, yah berarti menambah kerjaan tetap kita harus pergi kepasar untuk mencari kekurangan tersebut. Pagi hari jam 5:30 sudah siap dia didepan salah seorang tetangga di gang kami, dia berkeliling sepanjang gang tersebut memanggil ibu2 yg biasa memerlukan keperluan membuat masakan. Sebelumnya barang dagangan disiapkan sejak jam 3 beliau sudah berada di Pasar Klender Jakarta Timur berbelanja dan kemudian membagi2 hasil pembelian tsb dalam bentuk eceran seperti cabe merah besar sebungkus plastik yg berisi 5 buah saja dibandrol Rp 2.000,- yg dikerjakannya di dekat pos satpam depan perumahan kami tinggal. Terkadang apabila ada barang/sayur yg tidak laku terjual, berarti apabila masih bisa dijajakan keesokan harinya syukur alhamdulillah, bila tidak pak keriting akan memasaknya untuk dirinya.

Tukang sayur langganan kami ini sangat ramah dan penuh perhatian, dengan menunjukkan barang2 segar dan memberi ide untuk masak apa hari ini. Selain itu beliau sepertinya tahu semua mengenai cerita2 seru tentang kejadian yang terjadi di dalam kompleks perumahan kami. Seperti ada cerita tentang kemalingan ataupun berita duka dan rumah yg ketempatan acara pernikahan. Kronologis yg menempati rumah2 tertentu pun dia bisa tahu cerita awalnya. Tidak sampai disitu saja, beberapa pembantu atau ibu2 yg bertemu ditempat tukang sayur kadang bisa curhat kepada pak tukang sayur dan beliau sebisanya memberikan masukan atau nasehat kepada orang tersebut. Dia selalu penuh perhatian terhadap apa yg dia dengar dari kami juga menjadi pendengar setia kami saat kami menumpahkan kekesalan tentang harga2 yg melonjak naik.
Kejadian dinihari saya merasa diganggu oleh ‘mahluk dunia lain’pun tak ayal saya bagi cerita tersebut kepada pak Keriting, dia dengan ciri khasnya menambahi serta menenangkan bahwa hal tersebut lumrah karena malam itu adalah malam 10 suro. Lho apa hubungannya, ah paling tidak saya merasa lega bisa bercerita kejadian aneh tersebut mengingat saya ga mau ganggu telpon ke suami yg malam itu sedang bertugas di kantornya.
Kejadian2 yang dialami tukang sayur langganan kami inipun sering juga diceritakan kepada kami, seperti bagaimana sulitnya dia untuk mengganti gerobak kesayangannya yang tiba2 ngambek untuk dikayuh, dan tentunya tidak sedikit biaya yg diperlukan untuk membetulkan atau mengganti gerobak tua tersebut. Saya pun baru mengerti bahwa gerobak tersebut berasal dari sebuah becak yang dimodifikasi yang berarti bahwa harga sebuah becak ditambah harga tambahan untuk mengelas modifikasi bagian atas tempat menaruh barang2 dagangannya ditambah keranjang2 plastik yg tertata apik dan mudah dilihat dan diambil oleh pelanggan.

Keriting mengontrak rumah bersama-sama teman seperjuangannya dari kampung yg sama, meninggalkan anak2 dan istri di Pekalongan. Hingga tak pelak saya terkadang kebingungan saat pak Keriting harus pulang ke kampung halamannya untuk keperluan tertentu. Walaupun ada pengganti dia untuk berjualan di gang kami, tetap saja kami lebih merasa nyaman dan familiar dengan pak Keriting dan gerobaknya. Ibu2 di gang kami tersebut sangat ringan tangan membantu kepada pak keriting terlebih saat menjelang lebaran, dengan senyum riangnya dengan senang hati dia menerima bingkisan lebaran ataupun hadiah dalam bentuk amplop dari para ibu-ibu. Ternyata sangat menyenangkan saling membutuhkan dalam kehidupan dan tentunya dijalankan dengan ikhlas. Terimalah tanda terima kasih kami yang tak seberapa itu. Selamat berkarya pak Sutarjo!

Wednesday, November 18, 2009

Preeklampsia

From: Nuringtyas Budiharjanti
Subject: Re: [f&f] [Share] Preklampsia
To: "L Hanoum"


Thanx ya mba...udah mau sharing. Jadi kuncinya: terus berdoa & keep positive thinking ya...


--------------------------------------------------------------------------------
From: L Hanoum
To: Nuringtyas Budiharjanti
Sent: Mon, November 16, 2009 3:18:49 PM
Subject: Re: [f&f] [Share] Preklampsia

dear tyas, salam kenal juga....
aq ga tau apa tadi udah kekirim ato belum balesan email ini... duh lagi error nih yahoo nya... hehehe nyalahin yahoo emang enak ...

kehamilan kedua aku berusia 35 tahun, trus kehamilan ketiga aku usia 36 tahun, emang sih menurut dokter udah RESTI resiko tinggi usia kehamilan, tapi kepengen punya anak karena ini pernikahan kedua, ingin banget punya keturunan dari suamiku ini... dibela2 in dech:-)
jangan ada perasaan ragu, yakin krn ALLAH, semoga ridho Allah merestui kehamilan ini... gitu dech...
semoga membantu... keep contact yaa

--- On Fri, 11/13/09, Nuringtyas Budiharjanti wrote:


From: Nuringtyas Budiharjanti
Subject: Re: [f&f] [Share] Preklampsia
To: "L Hanoum"
Date: Friday, November 13, 2009, 9:58 AM


Mba Hanoum, salam kenal, dari dulu pengen bgt kirim email, baru sekarang sempetnya. Seneng bgt ketemu temen yg senasib. Aku kena preklamsia pd kehamilan anakku yg ke-2 kemarin januari. Usia kandungan 5 bulan, terpaksa direlakan utk operasi caesar krn tekanan darah udah 200. Aku sedih bgt krn udah lama nunggunya (6 thn). Setelah itu aku dirawat 2 minggu krn kejang2 dan ada penggumpalan darah di otak. Efeknya sekarang aku gampang bgt pusing dan gak kuat baca buku tebal2.
Mba, boleh aku nanya gak? Mba usianya brp waktu kehamilan ke-2 dan ke-3? Apakah di usiaku ke-34 sekarang aku masih berani hamil gak ya..? Pengen nambah 1 anak lagi, tapi takut hamilnya kaya kmrn, mana umur udah mendekati 35 lagi..?
Thanx ya mba, kalo mau sharing..

Salam kenal,
Tyas




--------------------------------------------------------------------------------
From: L Hanoum
To: femina-friends@yahoogroups.com
Sent: Sat, October 3, 2009 5:06:38 PM
Subject: Re: [f&f] [Share] Preklampsia


dear moderator please posting my email
thx

saya coba mau berbagi pengalaman yg sama, walopun dokter kandungan bilang akan terulang sekian persen (maap lupa tepatnya) ternyata 3 kali hamil 3 kali ngalami preeklampsia ini.

Kehamilan pertama merupakan mukjizat Allah pada ku, walo sempat pingsan saat mau melahirkan dan dibawa pergi dengan berpakaian putih2 diajak pergi ke Mekkah, Subhanallah. .. indah sekali sekaligus bertalbiyah. Sadar saat mendengar tangisan bayi. Saat itu file kehamilan aku di rumah sakit di lain negara, mau melahirkan di jakarta, tetapi malah melahirkan di ... bangkok! mereka tidak tau riwayat kehamilan yg preeklampsia, sempet dirawat inap RS saat usia kandungan 5 bln an. Temen2 ku yg dokter bilang, wah ini mah mukjizat bisa melahirkan secara normal, walopun kurang bulan dan berat badan bayi kurang.

Kehamilan kedua aku lalai karena bedanya 10 tahun dr yg pertama, terjadi lah, aku harus mengalami darah tinggi dan muntah2, usia kandungan hanya 5,5 bulan dan baru aja pulang dari periksa bulanan dokter kandungan, aku ga bisa tidur dan muntah2 lalu dibw ke RS Mitra Bekasi karena kurang lengkap peralatannya, aku dibawa dengan ambulans ke UGD RS Ciptomangunkusumo, tensi 180 /150 mmhg
selama 3 hari dikasih infus induksi supaya bisa melahirkan cepat, tak lupa dibuat jalan lahir, yg rasanya ga kerasa sakitnya karena pikiran sudah menyerah duluan mengingat bayiku akan dibuang.... rasa sedih mengurangi rasa sakit. di ruang UGD sempat2nya saya juga mengingatkan para ibu yg sedang bermasalah tersebut supaya sabar, karena bayi mereka bisa dilahirkan walopun masing2 punya kendala, tetapi paling tidak masih bisa pulang membawa bayi, sedangkan saya?

Karena belum juga ada tanda2 melahirkan, saya pun semakin giat berdoa memohon ampunan dan kemudahan pada NYA, semoga saya bisa melahirkan secara normal, Tepat bersamaan hari lahir anak pertama saya 5 desember, setelah azan subuh berkumandang, lahirlah putri kami yg cantik berbentuk sempurna, yg saya hanya sempat mengelus pipinya seraya berkata dalam hati : maafkan mama ya nak....

Efek dari kedua hal tersebut saya mempunyai ginjal yg tidak terlalu baik, alhamdulillah ga pernah terasa sakit, tetapi harus tetap waspada. Mata seperti berkabut ada noktah hitam mengikuti gerak mataku, sekarang sudah lumayan tidak menganggu.

Karena ingin punya momongan lagi, saya jalankan kehamilan yang sehat, makan yg benar dan sehat, diuapayakan tanpa stress atau rasa kawatir berlebihan.
sepertinya kuncinya pasrah pada Allah, hidup sehat dan sabar. saya kebanyakan makan rebus2an or serba kukus, kalau perlu tanpa garam sama sekali. sewaktu gadis saya penderita darah rendah, setelah kehamilan darah tinggi menjadi menetap, mau tidak mau pola makan harus berubah, teliti dr apa yg dimakan, kira2 apa yg mencetus adanya darah tinggi tersebut. kalo saya perhatikan saya harus kurangi daging merah (pecinta rendang!)dan garam termasuk juga jeroan (termasuk limpa padang dan goreng kering paru) dan kacang mete + emping. Rajin periksa kehamilan ke dokter, sehingga pas terlihat tensi sudah melambung tinggi cepat diambil tindakan. Kehamilan 8 bulan langsung rawat inap di RS YPK di menteng dan direncanakan operasi caesar keesokan harinya.

Alhamdulillah bayi laki2 kami lahir, walopun tetap berat badan lahir kurang, kami sangat bersyukur diberi kepercayaan Allah memiliki anak lagi. semoga pengalaman ini berguna, amin


--- On Wed, 9/30/09, Miss Looking wrote:


From: Miss Looking
Subject: [f&f] [Share] Preklampsia
To: femina-friends@ yahoogroups. com
Date: Wednesday, September 30, 2009, 12:03 AM



Iya aku jg ngalamin bln April lalu....

Di usia kandungan 30 minggu aku "terpaksa" hr melahirkan scr prematur. Krn saat itu tekanan darah aku tinggi skali (mencapai 225/142 pd saat msk UGD).
Unfortunately, mungkin emang blm rezeki aku bwt punya anak, my baby girl meninggal 3 hr stlah dilahirkan.

Efeknya msh aku rasa'in smp skr. Jantung ku terganggu (detak jantung ku cepat bgt) & ginjal ku jg bermasalah (dibilang ada kebocoran gt...).

Aku pernah jd orang yg agk2 hilang memory. Berat badan ku turun drastis smp 10 kg (bener2 dah ky junkies...). Pandangan jg kabur..

Tp dibalik kejadian itu pastinya aku msh bersyukur bhw Tuhan msh kasih kesempatan utk aku hidup.
Moga2 Tuhan msh kasih kesempatan bwt aku utk punya momongan kembali di saat aku sdh lbh siap...AMIN.

VIETHA

--- On Sun, 9/27/09, okky faramita wrote:


From: okky faramita
Subject: Bls: [f&f] [Info] Preklampsia
To: femina-friends@ yahoogroups. com
Date: Sunday, September 27, 2009, 9:21 PM



aku jg ngalamin mba.... malah aku sampai kejang2 dan gak sadarkan diri
saat itu jg aku langsung di operasi caesar, anakku lahir dgn berat hny 2.5kg
pas udh sadar pandangan mataku buram dan aku sempet ga ngenalin temen2ku sendiri trus aku selalu nanyain jam (kata orang tuaku org yg mau meninggal selalu nanyain jam..hiiiiiiiii)

mukjizat Allah....... ....syukur alhamdulillah, aku msh diksh kesempatan utk hidup, utk melihat anakku tumbuh =)

cheers
okky faramita

--- Pada Kam, 10/9/09, ivana.oktavia@ yahoo.com menulis:


Dari: ivana.oktavia@ yahoo.com
Judul: [f&f] [Info] Preklampsia
Kepada: "Femina"
Tanggal: Kamis, 10 September, 2009, 5:26 PM



Mba,
Pre-eklampsia itu keracunan kehamilan.Aku juga ngalamin,2 kehamilanku begitu semua.Bahkan yg pertama cukup parah,tapi Puji Tuhan,kedua anakku lahir. Sehat2,meski harus dilahirkan caesar.
Cheers,
Ivana
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

--------------------------------------------------------------------------------

From: evrodina alley
Date: Wed, 9 Sep 2009 07:43:42 -0700 (PDT)
To:
Subject: [f&f] [Tanya] Preklampsia


Halo Mbak Tyas,
Preeklampsia itu apa pula ya?














--------------------------------------------------------------------------------
From: Nuringtyas Budiharjanti
To: femina-friends@ yahoogroups. com
Sent: Friday, September 4, 2009 10:49:31 PM
Subject: Re: [f&f] {Share} Pengobatan TORCH


Mba Andina, terus terang aku sampe nangis baca kisah mba. Aku jadi inget bl.januari yll dimana aku harus dg amat sangat terpaksa 'terminate the pregnancy' atau dg kata lain mengugurkan bayiku yg udah berumur 5 bln di kandungan krn aku kena preeklampsia. Tindakan tsb diambil utk menyelamatkan jiwaku.Kasian anakku, harus berkorban utk ibunya. Dia sempat hidup selama 5 menit sblm akhirnya pelan2 menghembuskan nafas terakhirnya (kata dokter yg mengoperasi aku). Bayi perempuan cantik yg sudah lama ditunggu2 (6 thn kita tunggu), hidungnya mancung & berkulit putih. Sampai sekarang aku selalu ingat dg alm.bayiku itu.
Selamat mba, udah menyelamatkan Kinanthi. Semoga aku masih diberi kepercayaan oleh Sang Pemberi Hidup utk menimang bayi lagi.

Salam,
Tyas




--------------------------------------------------------------------------------
From: "buble_iki@yahoo. com"
To: "femina-friends@ yahoogroups. com"
Sent: Friday, September 4, 2009 5:30:17 AM
Subject: RE: [f&f] {Share} Pengobatan TORCH


Mba andina,

Sya sangt terharu sekali dgn pengalaman mba utuk tetap mempertahankan si kecil smpai lahir dgn selamat, mudah2n pengalaman mba dpt mnjadi inspirasi bagi ibu2 yg lain.

Salam sayang utuk KINANTHI

Y A N I

-----Original Message-----
From: and_margie
Sent: 02-09-2009 08.54.08
To: femina-friends@ yahoogroups. com
Subject: [f&f] Re: {Share} Pengobatan TORCH

Saya share pengalaman saya ya
Setelah ketahuan positif hamil, dokter menyarankan saya untuk tes TORCH. sampai 2 kali tes di 2 lab yang berbeda, hasilnya kadar rubella saya tinggi.
saya nggak tahu dari mana asalnya virus itu (saya tidak memelihara hewan), dan dokter bilang bisa dari mana saja karena penularannya lewat udara. dan dokter itu pun langsung memberi saya rekomendasi untuk menggugurkan kandungan.
saya berusaha menutup telinga dari semua komentar dan menutup mata dari semua artikel yang berkata bahwa anak saya akan lahir cacat atau mengalami keterbelakangan mental akibat TORCH.
tapi semua itu tidak saya hiraukan, karena bagi saya, mati dan hidup itu sepenuhnya kuasa Tuhan.

saat itu juga saya mencari dokter kandungan baru, dan oleh teman saya direkomendasikan ke RS Sam Marie di Wijaya, Jaksel.
Saya ditangani dengan sangat baik oleh Dr. Teuku Jacob, bahkan ketika saat itu jumlah virus yang ada semakin besar dan bukan cuma rubella yang sedang menyerang bayi saya, tapi juga CMV (yg termasuk dlm TORCH).
Pertama kali bertemu Dr Jacob, beliau hanya berkata, "saya bukan Tuhan, saya tidak punya kuasa untuk mengambil anakmu.
saya akan berusaha keras untuk membantu kamu, asal kamu juga berjuang."

Menurut beliau, virus TORCH bisa dengan mudah tertular akibat kontak udara dengan penderita. terutama jika kita menumpang kendaraan umum, sering berada di tempat yang banyak orang, penularannya seperti penularan flu.

Beliau memberi saya obat-obatan antivirus dan vitamin dan nasihat yang baik sampai bulan ke-8 kehamilan saya.
memang secara finansial, biaya yang harus saya keluarkan untuk konsultasi, lab, dan obat bisa dibilang mahal. tapi nyawa anak saya tidak terbayar oleh seberapa pun besarnya uang yang saya punya.

Saat itu saya juga mengalami lemah rahim, jamur dalam organ reproduksi, dan beberapa penyakit lain akibat faktor kelelahan yang saya alami selama masa kehamilan. dalam kondisi normal, seharusnya anak saya sudah gugur dengan sendirinya. dan saya sempat berada dalam titik putus asa yang paling kelam, merasa tubuh saya bukanlah "rumah" yang baik untuk jabang bayi.

Karena perjalanan yang sangat jauh yang saya tempuh ke Sam Marie (rumah saya di Bekasi), saya putuskan untuk pamit ke beliau dan pindah ke RS bersalin dekat rumah.
Dokter baru saya juga mendukung saya untuk memertahankan hak hidup anak saya sebaik mungkin. Saya pun sudah memersiapkan mental saya untuk menerima kondisi anak saya apa ada.

Persalinan berlangsung dengan operasi caesar, karena jabang bayinya tidak mau keluar, dan tidak menimbulkan kontraksi atau rasa mulas sedikitpun sampai melebihi tenggat waktu melahirkan (kata orang itu tanda terima kasih anak saya kepada ibunya yang memberinya kesempatan untuk terus hidup, saya amini perkataan itu)

Dan saat ini, beberapa hari yang lalu, anak saya, Kinanthi, genap berusia 2.5 tahun, sehat, normal, ceria, sangat mengerti kondisi mamanya yang tidak bisa menemaninya setiap saat karena harus ikut mencari nafkah, dan ia sudah bergabung di kelas prasekolah bersama teman2 sebayanya.

Pengalaman saya ini telah menampar semua orang yang meragukan kondisi bayi saya, termasuk seorang sanak saudara yang juga seorang pemimpin agama, yang menasihati saya dan suami untuk menggugurkan kandungan saya.

Pelajaran hidup buat saya: manusia boleh berkomentar tentang apa pun juga, tetapi kehidupan dan kematian manusia mutlak adalah urusan Tuhan. percayalah hanya kepada sang Pemberi hidup.

Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan

semoga bermanfaat,
Andina

--- In femina-friends@ yahoogroups. com, Andri ari Kurniasih wrote:
>
> Dear sis,
>
> Kalo boleh tau apa sih penyakit TORCH itu.. keturunan ato karena virus??
> sebelumnya makasih ya
>
> Regards
> Andri
>
> 2009/8/31 evrodina alley
>
> >
> > *Halo Semuanya!*
> > *
> > *
> > *Sharing nih, ada yang punya pengalaman dengan penyakit TORCH gak? secara
> > adikku divonis mengidap penyakit ini dan dokter bilang jadi susah punya
> > keturunan.*
> > *
> > *
> > *Mungkin ada yang bisa berbagi dengan pengalamannya, *
> > *Kutunggu yah*
> > *
> > *
> > *Makasih,*
> >
> >